Sejarah SMA POMOSDA

Modern

     Nama pondok yang diikuti kata-kata modern ini sebenarnya merupakan upaya mengenalkan jati diri yang sesuai dengan kemajuan zaman dan sekaligus mempersiapkan jawaban bagi setiap tantangan.
Sebagaimana dalam tujuan pesantren supaya dapat melahirkan sebanyak-banyaknya orang yang cakap serta tinggi berbagai kepahamannya tentang agama Islam agar menjadi orang yang rajin berbakti dan beramal kepada masyarakat berdasarkan taqwa sehingga menjadi anggota masyarakat yang berilmu (=terpelajar), beramal, dan bertaqwa. didalamnya jelas mengandung makna modern sebagaimana yang terungkap diatas tetapi tetap berpijak pada jati diri pesantren.
Tujuan pesantren yang menekankan sasaran bagi sebanyak-banyaknya orang yang cakap serta tinggi kepahamannya tentang islam, rajin berbakti dan beramal bagi masyarakat berdasarkan taqwa (=takut dan tunduk) kepada Allah sehingga menjadi anggota masyarakat yang berilmu (=terpelajar), beramal, dan bertaqwa adalah cita-cita mengarahkan dan membentuk hamba Allah sebagai sumber daya manusia yang bertaqwa. Menjadikan insan “cahaya tuhan” karena ‘arifun billah.
Memenuhi sebagai orang yang cakap harus dengan berbagai pendidikan dan pelatihan ketrampilan kerja. Menguasai sains dan teknologi, penguasaan berbagai bahasa yang diperlukan untuk menunjang masa depan serta luasnya wawasan, memiliki ciri modern dalam berpikir dan berbuat. Yakni berjiwa membangun, pembaharu, guna mengelola garapan dunia bagi kesejahteraan dan kebahagiaan hidupnya di dunia yang diciptakan oelh Allah SWT dengan tidak sia-sia ini. Semua itu semata-mata demi untuk subhanaka. Memahasucikan dzat wajibul wujud yang Allah asma-nya. dekat sekali keberadaan-nya. Karena itu diingat-ingat dan dihayati dalam rasa hati.
Sebagaimana wasiat pendiri pondok pesantren tanjung, yakni almarhum Bapak Kyai Mohammad Kusnun Malibary kepada setiap pemuda yang menghadap beliau apabila ditanya memberikan jawab masih nganggur, Beliau memberikan petunjuknya bahwa hidup di dunia ini sebenarnya tidak sukar. Asal mau “ukril” pasti gempil (diberi rezeki Allah). Untuk menjadikan ukril ini yang memerlukan kesiapan-kesiapan, pendidikan dan pelatihan yang memadai sehingga menjadi orang yang ulet dalam usaha, banyak kreatifitasnya, banyak inisiatifnya, tidak mudah menyerah dan tidak mudah putus asa apalagi kecil hati. Selalu berjiwa sabar dan tawakkal kepada Allah SWT. (dalam wasiat almarhum tersebut justru yang sulit apabila tidak mendapat hidayah dan pertolongan Allah SWT adalah menundukkan nafsunya sendiri supaya rela,patuh dan tunduk dijadikan kendaraan dalam tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, hingga dapat sampai dengan selamat).
Karena itu dalam memenuhi kriteria modern, dalam pondok modern sumber daya at-taqwa ini menekankan pentingnya disiplin dan semangat belajar yang tinggi disertai dengan upaya mematangkan pemahaman yang tinggi tentang agama islam sehingga penghayatan imannya dan taqwanya kepada Allah SWT terbentuk dalam bentuk jamaah yang guyub rukun karena suburnya pengembangan akhlak dan budi pekerti yang baik.kemudian berlatih menjadi ukril.
Dalam praktek belajar dan mengajar sebagai proses pencapaian tujuan yang sedemikian itu maka kita gunakan sistem pendidikan di Pondok Modern Gontor Ponorogo dan SMA Taruna Nusantara Magelang sebagai acuan. Sekaligus mementingkan pula praktek-praktek ketrampilan dan kejuruan dan latihan kerja keras.