Pendidikan Berkarakter

sma_pomosda_TT

 

Shalat berjama’ah menjadi bagian dari pendidikan pembentukan karakter di POMOSDA hal ini sejalan dengan Firman Allah SWT Q.S al-Ankabut 45, “Sesungguhnya hanya dalam shalat untuk mencegah fahsya (mencuri, korupsi, berzina, main judi, minum-minuman keras, narkoba dan perbuatan-perbuatan yang merusak tatanan sosial bermasyarakat) wal munkar (hal yang bersifat kemungkaran dikarenakan perilaku dan watak merasa paling benar, paling suci, iri, dengki, riya’, sum’ah, ujub, takabur, sombong, arogan, semua orang harus tunduk dan lain sebagainya). Dasar syukur. Karakter terbuka. Sadar atas potensi dirinya Allah telah menciptakan pendengaran, penglihatan dan hati untuk difungsikan dalam membaca, mengamati ayat-ayat Tuhannya guna diberdayakan semaksimal mungkin untuk kemajuan dirinya.

Dasar Taubat. Kesadaran otokritik-evaluasi diri. Kesadaran dirinyalah yang paling banyak salah dan dosanya, paling banyak kekurangannya, sehingga akan membutuhkan untuk terus memperbaiki akhlaknya, pola pikirnya dan prilakunya.

Dasar Zuhud. “Topo ing sak tengah ing projo”, ditengah-tengah kalangan manusia dan masyarakat terus memajukan bangsa dan negaranya. Hatinya tidak pada kebenaran material dunia dan seisinya, namun niat, tekat, dan rasa hatinya untuk tidak mudah melupa keberadaan Tuhannya.

Qona’ah dan Istiqomah. “Nrimo ing pandum”, bisa menerima apa adanya yang telah Allah anugerahkan terhadap dirinya. Menjauh dari watak serakah, watak kuasa, dan watak “kretek” bangsa hewan.

Tawakal ‘ala Allah. Kesadaran atas amanah didunia ini dari Allah, maka akan “kumendeling maring Allah”. Berikhtiyar, berusaha namun menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah dengan terus memperbaiki akhlaknya dan pola pikirnya. Tidak akan mengangkat sesuatu beban angkatan apabila diukur dirinya tidak mampu mengangkatnya. Dengan begitu haatinya akan selalu dapt istiqomah.

Uzlah. “Nyingkrih ana ing sak tengah ing kalangan”. Ditengah-tengah kalangan masyarakat niatnya, tekadnya menyadari murni untuk Allah. Hatinya jauh dari watak dan angan-angan duniawi.

Dasar Sabar dan Jihaddunafsi. Yakni bersungguh-sungguh dengan sabar dan tawakal guna memerangi nafsunya sendiri-sendiri. Sabar dalam menjalani proses pendidikan dan pengajaran. Tekun dan rajin untuk membentuk budaya belajar.

Dasar Ridha. Yaitu membangun kesadaran atas prilaku dan tingkah laku yang di ridhai Allah. Jujur, disiplin, sungguh-sungguh.

Kesadara Guyub Rukun. Kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong. Saling meringankan beban saudaranya.