Ujian Semester Ganjil 16 – 17! Saatnya Rubah Mind Set!

Senin (5/12/2016), ujian akhir semester ganjil tahun pelajaran 2016 – 2017 pun dimulai. Semua santri bersiap, membawa semua peralatan tulis dan buku catatan yang sudah disiapkanya semalam. Di awali dengan membaca doa bersama di lapangan sebelum memulai ujian, mereka terlihat antusias menyambut datangnya ujian semester ini, maklum itu berarti pertanda bahwa mereka akan berlibur, melepas kerinduan dengan keluarga dan banyak lagi, yang jelas libur telah datang!

Namun bukan hanya itu yang terpancar di mata mereka, ujian semester kali ini istimewa, tidak seperti ujian ujian pada umumnya, mereka terlihat lebih tenang dan santai, bukan berarti semangat belajar mereka turun, justru lebih semangat daripada biasanya. kenapa? karena sebagian mata pelajaran pada ujian semester ini bersifat open book, santri boleh membawa buku ketika ujian, eiits tapi bukan buku LKS atau Paket loo, buku catatan yang boleh dibawa dan dibuka saat ujian. ujian dimulai pukul 07.00 WIB dan Selesai pukul 11.00 WIB, dan sorenya dimulai pukul 13.30 WIB dan selesai pukul 15.00 WIB. Dalam sehari ada 3 mata pelajaran yang musti mereka hadapi ketika ujian semester, pagi 2 mata pelajaran dan sorenya 1 mata pelajaran, ujian semesterannya hanya seminggu!

Suasana ujian semester
Suasana ujian semester

Mind Set yang terbangun selama ini, Ujian adalah segalanya. Banyak siswa yang bertaruh habis habisan demi ujian, tengok sana tengok sini mencari jawaban hanya karena ingin nilai ujiannya bagus dan agar tidak dimarahi kalau jelek nilainya. Tidak berarti ujian itu tidak penting,  di POMOSDA diajarkan bahwa bukan nilai ujiannya yang penting, namun sejauh mana pola belajar kita berhasil selama satu semester ini, apakah kita berhasil mandiri dalam belajar? atau hanya bisa jadi “Mesin Fotocopy” jawaban teman? sudahkah kita mengerti gaya belajar kita?.

so kalau nilai ujiannya jelek jangan galau dulu, itu hanyalah sebuah indikator bahwa kita perlu merubah pola pikir belajar kita atau “Mind Set” dalam belajar. Maka dari itu seharusnya dari Dini kita berusaha untuk merubah Mind Set tentang mengejar sebuah angka angka, seolah hidup kita pasti ditentukan oleh angka angka. padahal banyak hal yang pokok selain angka angka semata.

Oleh karena itu saat ujian semester ganjil ini beberapa Mata Pelajaran bersifat open book, harapannya santri bisa mandiri dalam belajar dan berusaha dengan kemampuan sendiri, mengerti bahwa mencatat di buku catatan adalah salah satu proses pembelajaran yang bila dipahami adalah suatu anugerah yang sangat luar biasa sekali, sehingga tidak menyepelekan proses mencatat. Beliau Bapak Kyai Tanjung selalu mengingatkan para Santri di setiap Pengajian bahwa sangat penting untuk memberdayakan “As-Sam’a” yaitu pendengaran kita, ketika ustadz atau guru kita menerangkan kita juga berlatih mendengarkan dengan baik (menjadi Pendengar yang baik, ‘”Al-Abshor” yaitu pengihatan kita, ketika ustadz atau guru kita menjelaskan kita tidak hanya mendengarkan namun juga memperhatikan, dan “Al-Af’idah” yaitu akal kita, yaitu saat proses pembelajaran kita juga berusaha memahami maksud apa yang berusaha disampaikan oleh ustadz atau guru kita. Proses itulah yang sangat ditekankan oleh Bapak Kyai kepada santri agar ditelateni, hal itulah yang nantinya akan menentukan bagaimana masa depan akan berjalan.

Jadi kalau tidak dimulai sejak sekarang, kapan lagi? belajar adalah salah satu Proses, bukan hanya bernilai secara akademik namun juga ada nilai ibadah di dalamnya.

Tinggalkan Balasan