Ikhlas Jalan Kebahagiaan

IKHLAS ADALAH JALAN KEBAHAGIAAN

ikhlas-adalah-jalan-kebahagiaan

PEMBUKA

Kita harus senantiasa menyadari, bahwa kita hidup di dunia ini untuk semata mengabdi kepada Dzat yang Allah Asma-Nya melaui Sang Utusan, yang berfunsi sebagai Rasul Allah. Mengumpulkan amal saleh dari detik ke detik, dari hari ke hari, sebagai bekal untuk mencapai ridhaNya.

Kita harus senantiasa menyadari, bahwa kita hidup di dunia ini untuk semata mengabdi kepada Dzat yang Allah Asma-Nya melaui Sang Utusan, yang berfunsi sebagai Rasul Allah. Mengumpulkan amal saleh dari detik ke detik, dari hari ke hari, sebagai bekal untuk mencapai ridhaNya.

Setiap kita harus dapat me-manage diri kita, waktu dan juga kerja kita supaya selalu produktif dan tidak ada yang berlalu begitu saja tanpa tujuan yang berarti, Sang Utusan selalu mendorong umatnya supaya menjadi umat yang tangguh dan profesional dalam pekerjaannya. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 84 Artinya:

Katakanlah: “tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

INTISARI

Semua Manusia tidak terlepas dari aktifitas sehari-hari, dalam beraktifitas itu pula kita sering berhubungan dengan manusia lain, disini akan terlihat bagaimana kepribadian kita yang sebenarnya dalam berinteraksi dan bergaul dengan sesama saudara kita, apakah kita menjadi orang yang selalu membawa manfaat kepada orang lain atau sebaliknya akan membawa mudharat, orang yang hidupnya dipenuhi dengan nilainilai luhur, disertai dengan keikhlasan dalam bekerja akan selalu menjadi pribadi yang simpatik dan disukai oleh orang lain, sebaliknya jika dalam menjalankan aktifitas sehari-hari kita selalu bersikap egosentris dan acuh tak acuh, maka kita akan menjadi orang yang dijauhi orang lain malah dibenci karena sikap kita sendiri.

Waktu memegang peranan penting dalam hidup kita, jika kita mampu memenej waktu maka kita akan berhasil merancang hidup kita sendiri ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang, sebaliknya jika waktu kita sering membuang waktu dengan sia-sia maka kegagalanlah yang akan kita dapatkan. Allah SWT bersumpah demi waktu dalam surat Al-ashr:

Artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orangorang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.(Al-Ashr ayat 1-3).

Dalam ayat di atas jelas disebutkan bahwa kita akan rugi kalau tidak mampu
memenej waktu dengan amal shalih dan aktifitas yang bermanfaat, oleh sebab itu mari
kita menjadikan setiap detik yang berlalu sebagai kesempatan untuk memperbanyak
amal dan kreatifitas, sehingga efektifitas waktu dapat menjadi bagian dari hidup kita,
dengan senantiasa bersandar kepada Guru. Ungkapan “Pangestu Guru” adalah salah
satu bentuk kebersandaran kepada Guru. Bahkan Beliau menyatakan “Orang yang
senantiasa bersandar kepada Guru, kreativitasnya sangat tinggi”.
Di samping itu kita juga harus memperhatikan ketepatan waktu dalam bekerja, dalam
banyak hal dinnul Islam sangat memperhatikan masalah ketepatan waktu tersebut
dalam rangka melatih kita menjadi umat yang disiplin (respon, respek, peduli) dan
tidak berleha-leha dalam urusan hidup kita

Kita ambil contoh shalat yang sangat berkaitan dengan pembatasan waktu, setiap shalat ada batas-batas waktu yang tidak boleh dilewati, malah ia menjadi salah satu syarat sahnya ibadah tersebut, demikian juga dengan beberapa ibadah lainnya, sehingga diharapkan umat Islam selalu terlatih untuk tepat waktu dan tidak bermalasmalasan dalam bekerja.

Orang yang mampu memanfaatkan waktu dengan memperbanyak amal dan mengembangkan potensi diri akan menjadi orang yang sukses dalam hidupnya.

Mari kita hayati salah satu ayat dalam Al-Quran; Alam Nasyrah ayat Artinya: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguhsungguh (urusan) yang lain.(QS: Alam Nasyrah: 7)

Kita dilarang untuk bermalas-malasan, malah kalau sudah selesai suatu pekerjaan sekalipun kita malah diperintahkan untuk segera melanjutkan pekerjaan lainnya, bukan menghabiskan waktu dengan hal yang sia-sia, ini merupakan ciri khas manajemen waktu dalam Islam.

Dalam Sebuah Hadist Rasulullah SAW menyatakan : 4 “Selayaknya, orang yang berakal sehat memiliki empat waktu, yaitu waktu untuk bermunajat, waktu untuk bertafakur, waktu untuk bermuhasabah, dan waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup”.(H.R. Ahmad)

Waktu itu nikmat yang nyata bagi umat manusia. Namun, terkadang waktu yang Allah berikan ini kerap dilupakan sehingga yang ada hanyalah waktu menggelinding tanpa makna.

Maka pantas ketika Allah bersumpah menggunakan waktu, wa al-’ashr (demi waktu), Allah melanjutkan dengan kalimat penuh kekuatan (taukid) bahwa seluruh manusia itu akan rugi. Hal ini karena banyak manusia yang melalaikan waktu hidupnya. Namun, ada tiga golongan yang dikecualikan mendapat kerugian, yaitu orang beriman, beramal shaleh, dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran (lihat Q.S. al-‘Ashr!).

oleh karena itu, agar terhindar dari kerugian yang nyata, maka Rasulullah dalam hadits riwayat Ahmad seperti dinukil di awal, memberikan motivasi kepada orang yang berakal sehat tentang management waktu. Dalam hal ini, waktu mesti dialokasikan untuk empat hal, yaitu (1) munajat, (2) tafakur, (3)muhasabah, dan (4) memenuhi hajat hidup.

KESIMPULAN

Pada intinya, seperempat hidup mesti digunakan untuk menjaga kelangsungan hidup. Beribadah boleh tekun dan giat, maka mengelola dunia pun semestinya tekun dan giat pula. Ini tiada lain sebagai wasilah beribadah. Shalat saja butuh pakaian untuk menutup aurat sebagai salah satu syarat sahnya shalat. Sedangkan pakaian didapat dari hasil membeli atau membuat.

Dalam hal ini ada kaidah ushul menegaskan, “Al-Amru fi syai`in, amrun bi wasā`ilihi”, perintah terhadap suatu perkara berarti perintah untuk menempuh perantaraperantaranya. Demikian semoga kita senantiasa mendapatkan berberan berkah dan sawab Guru.

Tagged with:

1 thought on “Ikhlas Jalan Kebahagiaan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *