Implementasi Kurikulum Merdeka 2022

” Pemaksimlan Platform Merdeka Mengajar “

Pada tahun 2022 menteri pendidikan Indonesia Nadiem Makarim mengubah kurikulum pada jenjang pendidikan yang sebelumnya yaitu Kurikulum 2013 berubah menjadi Kurikulum Merdeka.

Pada hari Rabu, 12 Oktober 2022 bertempat di SMAN 2 Nganjuk, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk mengundang seluruh Kepala Sekolah, Waka Kurikulum dan Operator SMA se kabupaten Nganjuk untuk mengikuti kegiatan “Percepatan Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Pemaksimalan Platform Merdeka Mengajar “
Dengan narasumber/Pemateri sebagai berikut.
1. Bapak Priyatno, pengawas SMA
2. Bapak Bowo, KS SMAN 1 Ngronggot
3. Bapak Sarjono, Pengawas SMA

Pada kegiatan ini, secara umum para pemateri mengajak agar semua guru untuk melaksanakan percepatan implementasi kurikulum merdeka dengan mengakses dan mengerjakan pelatihan secara mandir di Platform Merdeka Mengajar dengan mempelajari modul-modul dan mengerjakan post test yang tersedia.

Setiap pendidik tentunya perlu memahami kebutuhan yang diperlukan oleh siswa dan sebagai pendidik kita juga di tuntut untuk memasuki dunia mereka meskipun usia dan jaman yang terpaut sangat jauh tapi tidak menuntut kemungkinan sebagai pendidik mengerti lebih dalam apa yang di butuhkan oleh siswa

Pada kurikulum merdeka ini semua pendidik dituntut untuk memahami minat dan bakat para peserta didik karena pendidikan merupakan pelayanan jasa yang jika di kelak nanti peserta didik akan mampu menjadi pribadi yang unggul lingkungan, masyarakat bahkan negara tentu hal ini perlu waktu dan pengamatan yang tidak singkat.


Beliau juga menyampaikan, bahwa kita sebagai guru harus optimis, jangan pesimis dengan semua keadaan sekarang ini. Ada motivasi “Meskipun ada 1000 kedhaliman, 1 kebenaran tetap harus disampaikan/ ditampakkan”. Kita sebagai guru perlu menjadi guru yang adaptif dengan perkembangan zaman, anak-anak atau murid-murid sekarang sedang tumbuh bersama dengan pertumbuhan era teknologi, sehingga kita pun juga perlu tumbuh bersama dengan teknologi. Kita perlu tahu istilah-istilah atau platform yang berkembang saat ini, seperti reksa dana, bursa efek, saham, dst. Sehingga kita juga bisa masuk ke dunia mereka.
Bapak Kacabdin Pendidikan Nganjuk juga menyampaikan bahwa, kita sebagai guru telah sadar dan tahu bahwa kita dengan para peserta didik memiliki zaman yang berbeda, mungkin dahulu kita generasi yang “Berfikir dulu baru bertindak” dulu kita akan berfikir 2 atau 3 kali dan melakukan 1x, tapi generasi sekarang banyak yg menerapkan konsep yang berkebalikan “Bertindak lalu berfikir” istilah “pikir keri” ini ternyata betulan terjadi dan diterapkan oleh kebanyak orang sekarang ini. Nah ini salah satu yang menjadi PR kita bersama dalam menghadapi generasi atau peserta didik kita.
“Di setiap lantunan doa, dalam setiap kegiatan apapun sering kita mendengar “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, orang tua kami, guru-guru kami… dst” artinya setiap langkah kita sebagai guru selalu teriring doa dan permohonan ampun dari setiap orang, sehingga kita perlu menjadi guru yang optimis, berkeyakinan teguh dalam meningkatkan pendidikan dan menguatkan karakter para peserta didik” tuturan Bapak Edi Sukarno, memotivasi seluruh guru yang hadir dalam forum Implementasi Kurikulum Merdeka.14:50

Hal- hal yang disampaikan oleh para pemateri tersebut mengarahkan kita para peserta forum Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai pemangku kebijakan di satuan pendidikan masing-masing agar mengajak para guru untuk benar-benar memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Sekolah masing-masing.

Salah satu prinsip dalam kurikulum merdeka yang perlu disadari betul oleh para guru adalah bahwa setiap siswa mempunya potensi, minat bakat yang spesial, berbeda dengan satu sama lainnya. Sehingga kita para guru perlu mengetahui potensi dan bakat para siswa agar bisa menguatkan karakternya.
Hal ini sejalan dengan Program Romo Kiai Tanjung, yang sejak sekitar 20 tahun silam menciptakan Program Keterampilan di SMA POMOSDA yaitu pemberdayaan para santri melalui kegiatan vokasional skill. Program ini menjadi salah satu kegiatan dalam melakukan proses pendekatan kepada peserta didik, proses penggalian potensi dan bakat serta peningkatan dan penguatannya. Selain itu, peserta didik dapat belajar secara kontekstual dan aplikatif sehingga ketika lulus dari SMA, peserta didik mempunyai pengalaman serta kenangan yang baik dalam mengaplikasikan potensi dan keterampilan yang ia miliki. Hal ini karena kami guru dan peserta didik SMA POMOSDA memegang teguh Dhawuh Romo Kiai Tanjung “Masa depan tidak di angan-angan, Masa depan adalah saat ini, Masa depan ditentukan sekarang”. Tidak perlu menunggu sampai esok hari untuk mengetahui masa depan kita, apa yang kita lakukan saat inilah yang akan menentukan masa depan kita.14:50

Karya,
Ustadzah. Aini Masithah , S.S.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *