Jalan Jalan dan Pemberdayaan di Agro Kompleks Domplek

” Jalan Jalan dan Pemberdayaan di Agro Kompleks Domplek “


Sekitar jam 06.00 suara dari pengeras pusat informasi mengajak santri SMA putra dan putri untuk berkumpul di lapangan basket melaksanakan doa pagi.
Butuh waktu setengah jam bagi pengurus KSP untuk mengkondisikan santri untuk doa pagi. Itupun belum semuanya hadir.

Doa pagi di pimpin langsung oleh ustad Hendry selaku Kepala Sekolah dan beberapa ustad, ustadzah dan pendamping yang akan ikut JJS pagi ini.

Kami tim logistik berangkat dulu menggunakan mobil bak untuk mempersiapkan sarapan dilokasi. Sampai di gang Tirta mau belok kiri, ada sepeda motor yang akan keluar gang. Spontan kaget, rem mobil di injak agak keras dan mobil berhenti mendadak. Memberi ruang supaya motor bisa keluar gang. Tak lama motor ibu-ibu lewat dari belakang sambil marah-marah. The power of emak-emak he..he..he..

Sampai lokasi Domplek, mobil parkir dan menata sarapan untuk santri. Tim logistik putra dan putri menyiapkan sarapan dan minum masing-masing. Kami turun dan keliling area Domplek. Bermacam-macam tanaman buah dan sayuran. Tiba-tiba terlintas di pikiran..”ini bisa di jadikan kelas”. Green house bisa di beri atap permanen untuk labolatorium dan tempat pembelajaran teori (kognitif). Bahkan..buku-buku tentang pertanian, biologi, kimia dan fisika bisa di tempatkan di sini. Ketika ketemu pak Agus selaku PJ di Domplek, kami sampaikan..”Om..ini bisa jadi kelas”. “Bisa sekali” jawabnya.

Perut lapar..sarapan dulu. Kebetulan dapat tempat untuk sarapan yang nyaman di sebelah dapur. Tak lama pak Imron datang ikut istirahat sambil merekam kegiatan anak-anak. Sekilas kami diskusi perihal alumni dan mahasisws yang kuliah di sekitar Solo untuk merapat di Koja Sragen.

Seorang santri putri datang membawa 2 gelas kopi, langsung di rekam oleh pak Imron sambil guyonan. Salah satu cara untuk akrab dengan santri. Kamipun melanjutkan diskusi. Ustad Alwan datang ikiut bergabung. Tema diskusi berganti dengan organisai sekolah (KSP). Bagaimana nama KSP bisa dirubah dengan nama yang mencerminkan sebuah aksi. Pak Imron terdiam sejenak..lalu menyampaikan usulan nama ” SIGAP “. SI = Organisasi, G= Gerakan, A = Santri, P = Pomosda. Dan bagaimana semua pengurus yang ada di sekolah dan asrama terpusat di satu organisasi. Dari pengurus kelas, pengurus kamar, dewan ambalan dll. Pengurus, ketua maupun koordinator di pilih berdasarkan jenjang karir dan kriteria yang sudah di tentukan.

Acara inti di mulai..membersihkan rumput di sela-sela tanaman bawang merah (matun). Terlebih dahulu dilaksanakan briefing dan pembagian tugas oleh pengurus KSP. Karena yang matun sudah banyak, kami menuju tempat tanaman strowbery. Ketika sedang membersihkan rumput di sekitar tanaman strowberi, kami melihat polibeg-polibeg kecil. Awalnya kami mengira untuk sulam. Setelah diamati, ternyata polibeg kecil itu untuk memperbanyak (pembibitan) strowbery. Hanya dengan melewatkan sulurnya di atas polibeg kecil, maka akan tumbuh tunas baru. Efektif dan efisien.

Kegiatan selesai dan kamipun pulang ke Pondok. Banyak pelajaran dan pengalaman yang di dapat pagi ini.
Teringat kalimat dari sebuah buku ” untuk sebuah perubahan atau kebiasaan baru, harus berani meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama. Dan sangat jelas dan terang benderang petunjuk Guru kita “membiasakan Kebenaran bukan membenarkan kebiasaaan”.


Karya,
Ustadzah. Suratno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *