JANGAN MENJADI GENERASI YANG RAPUH

JANGAN MENJADI GENERASI YANG RAPUH

PEMBUKA

PENGUKUHAN DEWAN AMBALAN Masa bhakti 2021-2022
PENGUKUHAN DEWAN AMBALAN Masa bhakti 2021-2022

Mari kita terus menerus,mendidik diri kita sendiri selalu meningkatkan kesabaran dalam menjalankan ibadah kepada-Nya,bertawakkal kepada-Nya dan bersyukur kepada-Nya.Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita, nabi Muhammad SAW,serta kepada Itraty ahlul baitnya,para sahabat dan keluarganya. 

Sebab tanpa Beliau,tanpa cahaya terpuji-Nya Dzat Yang Wajibul Wujud yang ditampakkan di muka bumi, kita semua tidak akan mungkin memperoleh ampunan – maghfirah – Nya, pertolongan dan belas kasih-Nya.

INTISARI

Pada kesempatan yang singkat ini, tidak lupa dan tidak bosan-bosannya untuk berpesan atau berwasiat kepada diri saya sendiri kemudian kepada hadirin sekalian.

Mari kita simak penjelasan Beliau guru kita satu bulan yang lalu salah satunya adalah “Jangan menjadi generasi yang rapuh“.untuk itu pandai pandailah untuk menyelami diri. bermukhasabah diri supaya dapat meraih tujuan hidup sesuai dengan kehendak ilahi robbi sang Pencipta.

Terinspirasi oleh catatan kuliah saya yakni catatan tentang pesan pesan dalam sejarah para alim pelaku ilmu tauhid di era tahun 845 masehi, Kalau tidak salah saat itu guru wasithah diasto panjenenganipun Abu Yazid Albustomi. As. Para alim tersebut pesan pesannya dalam bahasa arab sebagai sebagaimana artinya:

Praktikum struktur tanaman.
Praktikum Biologi Struktur Tanaman
hadist-1-perkara-tertutupnya-hati

Yakni Ada empat hal yg menyebabkan gelapnya hati,yaitu bersahabat dgn orang orang dzolim,melupakan dosa dosa yg telah lewat, dan panjang angan angan atau lamunan intuisi serta hati yg rapuh. Sehubungan dgn 4 hal diatas nabi saw pernah bersabda yg artinya sebagai berikut:

Sesungguhnya perkara yg sangat aku khawatirkan atas umatku adalah mengikuti HAWA sehingga hatinya rapuh, panjang angan, adapun panjang angan angan adalah menyimpang dari alhak dan cinta kepada dunia atau hubbudunya.”

Sehingga sang Alim sebagai pelaku ilmu tauhid dengan bijak berkata:

Barang siapa yg duduk bersama tujuh golongan maka Allah menambah kepadanya tujuh perkara,yaitu barang siapa yg duduk bersama orang orang kaya maka Allah menambah kepadanya cintanya kepada dunia. barang siapa yg duduk bersama sama orang fakir yg antumul fuqoro ilallah maka baginya akan bersyukur dan ridlo pada bagian dari Allah yg diberikan kepadanya.barang siapa duduk bersama penguasa maka Allah menambah kepadanya kekerasan hati dan sombong.barang siapa yg duduk bersama anak anak maka dia ditambah gemar  bermain-mainnya. barang siapa yg duduk bersama orang fasik maka dia bertambah berani berbuat dosa dan menunda nunda bertaubat. barang siapa yg duduk bersama orang orang soleh maka dia bertambah cinta melakukan taatnya, bertambah cinta melakukan patuhnya serta bertambah cinta melakukan ketundukannya. 

Membaca al-qur'an dan kitab
Membaca al-qur'an dan kitab

Apabila dirasa kita berada diposisi bersama dgn orang orang yg soleh, siang dan malam melakukan pemberdayaan dan budidaya serta berjihadunnafsi,riyalat,riyadzoh dan mujahadah, untuk itu mari bersama sama belajar berproses mengembangkan potensi pikir dan pola piker untuk ikut serta dan melibatkan diri melakukan kepedulian, kebersamaan,guyub dan rukun serta tidak berpecah belah. menjalankan ibadah dengan tertib dengan penuh kesadaran sesuai syariat yg telah dibuat oleh guru kita. Bekerja, belajar, sekolah dan kegiatan apapun dilakukan dengan tertib dan tekun tepat pada waktunya. Semuanya dilakukan dengan niatan hanya satu yaitu sewaktu waktu jasad habis masa pakainya di dunia, dapat kembali dengan selamat bertemu lagi dengan diri-Nya Ilahi. Ingat pesan beliau,  

sekali lagi jangan menjadi generasi yang rapuh.

Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga kita semua selalu memperoleh Rahmad, Hidayah dan maghfiroh-Nya. Selalu memperoleh berberan Sawab Berkah dan Pangestunya Guru Wasithah, Aamin.

Oleh Ustadz Drs.Imam Suhudi
SMA POMOSDA

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published.