Musyawarah

 Suatu persoalan ataupun permasalahan adalah hal yang pasti akan dialami oleh manusia. Tentunya kita sudah paham sekali mengenai hal ini. Namun, siapa sangka, banyak dari kita belum memahami cara terbaik penyelesaian suatu persoalan atau pemasalahan.

Seperti yang tercantum dalam surat Q.s Asy-Syura ayat 38:
وَٱلَّذِينَ ٱسْتَجَابُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
Artinya: Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah diantara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka
dalam surat tersebut, kata syawara berasal dari bahasa Arab yang biasa kita kenal dengan istilah musyawarah yang berarti berunding, urun rembuk atau mengatakan dan mengajukan sesuatu.
Musyawarah sendiri memiliki tujuan untuk mencapai mufakat atau persetujuan. Sehingga sudah sewajarnya musyawarah melekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari persoalan atau permasalahan ringan, sedang, hingga berat. Dari lingkup terkecil seperti teman, pasangan, keluarga, negara dan seterusnya.
Pada dasarnya, prinsip musyawarah merupakan bagian dari demokrasi, sehingga saat ini musyawarah sering dikaitkan dengan dunia politik demokrasi.
Musyawarah adalah hal yang harus dibiasakan, karena musyawarah adalah salah satu sistem penting dalam keberlangsungan kehidupan. Selain itu, musyawarah juga kaya akan manfaat, mulai dari sarana latihan mental, latihan berfikir rasional, sarana untuk saling mengerti, saling memahami, saling memberi masukan, dan tentunya sangat relevan untuk di praktikkan di seluruh rentang usia.

Contohnya dalam parenting, penerapan musyawarah juga sangat tepat, karena pada dasarnya, semenjak kecil anak telah memahami tentang kesepakatan bersama, dimana hal ini adalah salah satu tujuan musyawarah. Dalam parenting musyawarah bisa menjadi jalur terbaik untuk mengganti reward dan punishment untuk apapun yang dilakukan anak. Reward maupun punishment sendiri adalah hal rentan yang telah umum di terapkan dalam parenting yang belum banyak orang ketahui, terkadang reward dan punishment bisa menimbulkan dampak negatif bagi anak dalam jangka panjang. Contoh diatas merupakan contoh dalam konteks parenting yang memberikan kita sekilas bukti bahwa musyawarah relevan untuk semua rentang usia.

Dalam musyawarah terdapat tata cara atau mekanisme supaya musyawarah dapat berjalan lancar, antara lain:
1. Harus ada pemimpin musyawarah, notulensi, dan anggota musyawarah.
2. Setelah musyawarah dibuka, daftar persoalan atau permasalahan sudah harus diketahui oleh seluruh anggota musyawarah.
3. Setelah seluruh anggota mengetahui pembahasannya, mereka diminta untuk menyampaikan curah gagasan usulan atau yang biasa kita kenal dengan istilah Brainstorming.
4. Setelah usulan terkumpul, beri jeda 5-10 menit dengan maksud untuk merenung (berfikir dan tafakur).
5. Setelah jeda, dimulailah proses penggabungan usulan (bisa 5 atau berapapun sesuai kesepakatan). Dalam tahap ini, usulan harus dibatasi supaya tidak ada monopoli usulan.
6. Beri jeda 5-10 menit untuk merenung (berfikir dan tafakur) jika dari beberapa penggabungan usulan tersebut belum ada kesepakatan, maka dilakukan voting.
7. Beri jeda 5-10 menit untuk merenung (berfikir dan tafakur). Kesepakatan pelaksanaan hasil musyawarah mulai dari waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan, siapa saja yang melaksanakan, akan dibahas dalam tahap ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *