Pemberdayaan Budidaya Tanaman Sela.

Manusia lahir di bumi, tinggal di bumi, berpijak dan hidup di bumi, makan minum hingga mati kembali menyatu dengan bumi. Maka sudah selayaknya menjadi pemakmur bumi-Nya.

Bertanam, adalah salah satu kegiatan memakmurkan bumi Tuhan. Serangkaian prosesnya merupakan dasar, pacuan dan bekal di masa depan. Mulai dari membuat media tanam dengan komposisi yang pas, yaitu dengan menganalisis jenis tanah sesuai karakternya dan zat penyeimbang seperti kompos, sekam, serta air yang menjadikan porositas tanah rendah dan gembur, hingga siap ditanami. Lalu, proses penyemaian biji hingga siap menjadi benih. Dan perawatan tanaman dengan serba – serbi kendala yang ditemukan.

Serangkaian teori kimia, perhitungan fisika, dan ilmu biologi terdapat di dalamnya. Sebuah praktek nyata dalam pembelajaran akademik, ternyata ada pada kegiatan sehari – hari yang sederhana ini.

Tahukah kamu? Aktivitas pemberdayaan dan budidaya ternyata adalah salah satu program dari sebuah pondok pesantren moderen di Nganjuk, Jawa timur.

POMOSDA, menjadi salah satu media pendidikan yang memiliki visi pembentukan karakter sholeh, berakhlak serta berpengetahuan. Dengan pola pembelajaran akademik, pengasahan skill dan pendidikan adab akhlak dengan metode kekeluargaan.

panen-raya-pomosda
santri pomosda membantu proses panen

Pondok moderen ini, membekali santrinya dengan segala potensi yang disesuaikan dengan minat bakat masing – masing. Seperti, tata boga, tata rias, tata busana, multimedia, bangunan, elektro, pengelasan, otomotif serta pengembangan skill menurut kegemaran, seperti voli, basket, menari, melukis, jurnalistik, musik dan masih banyak lagi. Sasarannya, Santri mampu merealisasikannya di kehidupan bermasyarakat kelak. Dan, menjadi bekal di masa depan.

Meskipun di sebuah pondok pesantren, tak membatasi santri untuk menjadi seorang praja muda karana, karena di Pomosda ektrakulikuler Pramuka diwajibkan. Sebagai sarana belajar bertahan hidup dan menyatu dengan alam.

Nah, Sebagai agen perubahan pada zaman milenial yang semakin berkembang ini, menjadikan jiwa ukril dan gempil sebagai pola kecakapan hidup yang sangat dibutuhkan.

Bagaimana menurutmu??

Penulis
Aulia Azahra

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *