Pemberdayaan Santri di ASA

Jadi untuk para pembaca, sebelum membaca artikel ini kami akan jelaskan kepanjangan dari ASA, Maksud dari ASA dalam Artikel ini adalah singkatan dari (Argo Sapto Aji)

–Spoiler

pemberdayaan-porang
menanam-porang

Kembalinya program yang sempat terhenti sebab berbagai hal ini membuat gencar semangat para santri SMA POMOSDA dalam belajar pemberdayaan dan budidaya. Program tersebut masuk dalam bidang kepramukaan, yaitu Wirakarya. Sebagai implementasi dasa dharma kedua, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Melestarikan bumi Tuhan dan membangun opini dalam masyarakat. 

 

Dasa dharma tersebut diwujudnyatakan dengan berbagai kegiatan budidaya dan pemberdayaan, yang mencakup tanaman sayur mayur, empon – empon, TOGA, serta tanaman polo pendem.

Kawasan lahan hutan Wilis, salah satu media pemberdayaan. Yang mana pemanfaatan lahan kosong di ASA, perawatan lindung dan penghijauan alam. Disini para santri diutamakan untuk membantu pemberdayaan pada lahan sayur mayur. Diantaranya, membantu memupuk, menyiangi, serta memanen sayuran. Terdapat berbagai jenis sayuran, yaitu tomat, buncis, wortel, cabai, dan lainnya. Tak jarang juga diikutkan untuk menanam empon – empon dengan media tanah yang luas juga kemiringannya yang curam. Namun, pemandangan dan suasananya sangat menenangkan jiwa, sehingga pengalaman tersendiri bagi para santri.

Pemberdayaan santri SMA POMOSDA terpusat pada lahan hutan Wilis atau biasa disebut dengan singkatan ASA (Argo Sapto Aji), tepatnya di daerah Nganjuk, Berbek, kawasan bukit Salam Judeg. Dan juga di hutan Ngluyu yang masih sangat minim air dan sumber listrik.

Perberdayaan dilaksanakan setiap hari sabtu dan kembali ke pondok esok harinya. Dalam pembagian jadwal pemberdayaan, sangga putri berangkat setiap dua minggu sekali, sebab padatnya jadwal kegiatan di pondok. Pemberdayaannya terfokus di lahan hutan wilis saja. Sedangkan sangga putra membantu pembangunan dan pembukaan lahan baru di hutan Ngluyu.

Terdapat instruktur pemberdayaan yang menetap setiap harinya di ASA, sehingga mereka berpartipasi dalam pembuatan jadwal kegiatana pemberdayaan di ASA. Kegiatan ini tentunya tetap dalam pengawasan Ka Mabigus (Kepala Sekolah) serta pendampingan dari para kakak pembina persatuan

Dari perkembangan program ini baru terlaksana pada santriwati kelas XI dan XII, yang telah sengaja dilatih mengaplikasikan sebuah materi mitigasi dan navigasi serta belajar bertahan hidup. Sehingga wirakarya adalah media praktek yang tepat dalam mewujudnyatakan kemandirian diri serta pangan.

Kemandirian pangan adalah salah satu program Bapak Kiai Tanjung. Selaku pimpinan dan pengasuh Pondok Modern Sumber Daya Attaqwa. Beliau mengembangkan program ini sejak 2012 silam, bersama para jamaah jatayu membangun program kemandirian dengan landasan tanggungjawab dan proses tidak kebergantungan kepada apapun dan siapapun. Program Beliau ini juga mengedukasi masyarakat dan membantu sumber ekonominya, berkolaborasi dengan para petani dalam mewujudnyatakannya.

Pemberdayaan memiliki manfaat yang luar biasa. Salah satunya ialah, terpenuhi keutuhan pokok sayur mayur sehari-hari, sehingga tidak kebergantungan untuk membeli dan dapat pula mengurangi sifat konsumtif.

Pemberdayaan sebenarnya tidak muluk-muluk dengan pertanian ataupun perkebunan, pemberdayaan merupakan kegiatan berdaya, yang artinya mengolah segala sesuatu yang ada, termasuk potensi diri. Seperti contohnya di POMOSDA, segala potensi yang ingin terberdayakan dapat terasah setiap Sabtu pagi dalam satu paket pembelajaran bernama Vocasional Skill. Di kegiatan tersebut, terdapat berbagai bidang, seperti Tata rias, Tata busana, meubelair, elektro, pertanian, perikanan, dan banyak lagi lainnya. Program ini dibuat supaya santri memiliki bekal yang di dapat digunakan setelah lulus dalam bermasyarakat.

Perlu kita ingat ya teman, bahwa pemberdayaan bukan sekedar menanam, namun proses mengembangkan diri serta memfungsikan organ yang telah Tuhan anugerahkan.

Penulis CIKA
Santri SMA POMOSDA

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *