Silaturahmi dan Kompetisi (SIKOM) PMR 2022

” Silaturahmi dan Kompetisi (SIKOM) PMR 2022 “

Silaturahmi dan Kompetisi (SIKOM) PMR 2022, adalah kegiatan yang diadakan oleh PMI KAB. NGANJUK dan bertujuan untuk mengevaluasi organisasai Palang Merah Remaja (PMR) yang ada di setiap sekolah di seluruh kabupaten Nganjuk selama 2 tahun terahir ini yang sempat vacum karna pandemi COVID-19. Tema yang diambil dalam SIKOM tahun 2022 ini adalah “KEMBANGKAN KARAKTER PMR CERDAS, CERIA DAN BERSAHABAT” sesuai dengan tujuan di adakannya kegiatan ini, yaitu untuk evaluasi Organisasi PMR yang ada di setiap sekolah selama masa pandemi COVID-19.

Tindak lanjut awal yang dilakukan oleh lembaga SMA POMOSDA terkait surat edaran SIKOM PMR 2022 adalah musyawarah yang dihadiri oleh pembina Pramuka dan PMR. Dalam musyawarah ini, SIKOM PMR sudah mendapat disposisi kegiatan dari Kepala Sekolah, dan dilanjut dengan perencanaan kegiatan yang diusulkan dari peserta musyawarah kepada pembina PMR yang nantinya akan memandu jalannya kegiatan SIKOM PMR ini. Hasil dari musyawarah akan dibawa oleh pembina untuk menjadi bahan perencanaan tindakan.

Setelah musyawarah sudah selesai, tim langsung memetakan materi-materi yang akan diberikan pada peserta yang akan mendaftarkan diri. Baru dibukalah pendaftaran kegiatan SIKOM ke siswa dan siswi SMA POMOSDA mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.

 Setelah pendaftaran dibuka, peserta yang terdaftar mencapai jumlah 40 siswa, sedangkan kuota lomba hanya 2 regu (1 regu berisi 22 anak). Jadi hanya setengah dari mereka yang akan terpilih mengikuti SIKOM. Namun sama sekali tidak meremehkan niatan peserta yang benar-benar ingin mengikuti SIKOM, kami menyampaikan apa saja kecakapan yang dibutuhkan dalam SIKOM ini. Mereka diperbolehkan mengikuti lebih dari 1 cabang lomba dalam sikom, karena nantinya mereka akan ditempatkan di cabang yang paling cocok dengan kecakapan mereka, tentunya setelah seleksi terlaksanakan. Namun, keinginan kami untuk memberangkatkan dua regu dari PMR Unit SMA POMOSDA harus kami telan pahit. Karena ketika persiapan SIKOM berjalan, kegiatan-kegiatan Agustus juga mulai mencari peserta, ditambah himbauan dari kesiswaan adalah untuk melibatkan siswa dan siswi yang masih kosong kegiatannya. Jadi, pada akhirnya peserta yang sudah mendaftarkan diri di SIKOM PMR harus dikeluarkan dari kepesertaannya karena ditarik ke kegiatan Agustusan yang sangat banyak cabang perlombaannya.

Dan ketika Technical Meeting dilaksanakan, peserta yang masih bertahan (dalam arti masih longgar dan masih punya keinginan ikut SIKOM) hanya 17 anak. Jadi mau tidak mau kami hanya bisa mengirim satu regu dari PMR Unit SMA POMOSDA, karena waktu dari TM sampai SIKOM hanya satu bulan saja, dan peserta banyak yang belum memiliki wawasan dan ketrampilan PMR.
Mulai setelah TM, peserta langsung dihadapkan paham dengan tugas untuk menguasai materi yang diminta oleh PMI antara lain: materi Kesehatan Remaja, Donor Darah Siswa, Merakit Tandu darurat, dan Pertolongan Pertama. Materi yang paling banyak dan paling riskan adalah materi Pertolonga Pertama (PP). Materi dalam PP harus dikuasai karena peserta harus bisa menangani setiap kasus yang ada dari tiap materi, karena soal adalah rahasia panitia. Makanya peserta diberikan materi secara keseluruhan dalam lingkup PMR WIRA dan praktek dari setiap materi yang diberikan.

Menimbang bahwa waktu hanya tersisa satu bulan dan peserta masih dalam keadaan amatir, akhirnya jadwal kami buat supaya peserta bisa fokus terhadap SIKOM PMR. Dan pertimbangan kami sebagai pendamping adalah kasihan kalau mereka harus memecah fokus mereka terhadap dua hal yang sama-sama besarnya, yaitu antara KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) sekolah dengan latihan persiapan SIKOM, yang sama-sama membutuhkan fokus ekstra. Maka dari itu, jadwal yang kami buat adalah untuk mengizinkan mereka supaya tidak mengikuti KBM selama masa latihan. Bertujuan untuk memfokuskan pagi hari pada praktek dan malam hari pada materi. Namun hal ini belum bisa mendapat persetujuan dari pihak Menejemen SMA POMOSDA karena nantinya peserta akan ketinggalan pelajaran mereka.

Dalam hal ini kami sebagai pendamping bingung, karena yang memberi disposisi untuk kegiatan lomba adalah pihak menejemen, namun yang membatasi pergerakan mereka juga menejemen. Lalu langkah yang kami ambil adalah untuk tetap mengizinkan peserta selama yang dibutuhkan (dibuat jadwal dan kontrak latihan dengan peserta yang mana mereka mempertimbangkan fokus mereka pada SIKOM) dan peserta sendiri juga mengaku kalau tidak bisa mengikuti kedua-duanya secara bergantian dan sama imbangnya, dan ter-rumuskanlah jadwal yang sesuai dengan kebutuhan latihan peserta. Jadi, pendamping mengizinkan peserta dengan kartu perizinan yang tidak sekali pakai, namun surat izin meninggalkan KBM selama kegiatan masih berjalan, lalu menghimbau kepada peserta supaya benar-benar latihan ketika izin meninggalkan KBM. Dan harapanya jadwal itu berjalan dengan baik sampai hari lomba nanti.

Target kami sebagai pendamping bukan kemenangan berbentuk piala, namun kemenangan berbentuk saudara, maksudnya adalah kami menetapkan target kalau pendamping itu harus bisa mengenali dan menaungi peserta yang saat ini dibinanya. Karena kemenangan piala hanya saat itu saja, tapi kemenangan saudara akan bertahan selamanya. Dari sinilah, tujuan kami mulai di realisasikan dalam kegiatan latihan peserta SIKOM dalam berbagai bentuk. Motivasi, candaan, saran dan masukan untuk pribadi maupun perlombaan, dan masih banyak lainya yang kami coba sampaikan kepada peserta untuk mencari kenyamanan merekan dengan kami pendamping. Ungkapan yang terkenang oleh peserta adalah ungkapan bahwa “kami pendamping sangat berterimakasih, karena sudah kalian bawa nama kami ketika kalian unjuk diri. Dan ingat, kami tidak meminta kalian untuk memenangkan perlombaan, tapi kami minta kalian untuk tampil dengan performa yang maksimal. Tunjukan buah dari latihan dan tekad kalian dengan bersungguh-sungguh dalam perlombaan, hasilnya tidak akan pernah menghianati kalian”. Tidak lupa kami sampaikan kalau pendamping ada hanya untuk menerima kebingungan kalian, keluh kesah kalian, pertanyaan kalian, dan mendampingi kalian supaya tujuan yang kalian tetapkan bisa tercapai.

Banyak hal yang kami peroleh dalam masa latihan kami, kesan, kenangan, pengalaman, dan wawasan, dan tidak lupa kesatuan. Dalam latihan sering sekali anak-anak berhenti karena ragu dengan apa yang mereka lakukan, lallu terlontarlah pertanyaan “kak, bener kaya gini nggak sih” dengan wajah bingung dan merasa lucu. Seketika jawaban dari pendamping hanya “iya, emang bener gitu kok…lanjut aja prakteknya, sesuai yang di mengerti dulu”.

Ternyata pertanyaan seperti ini sering muncul di setiap sesi latihan, kami sendiri belum terlalu memahami apa yang dibingungkan anak-anak ketika bertanya hal yang sama dan selalu juga dijawab dengan pernyataan yang sama pula. Tidak mengurangi rasa serius bertanya, pendamping bertanya sama mereka, “sebenernya kalian udah tau kan, yang kalian praktekin itu bener… kenapa kok selalu minta pembenaran dari kakak?” pertanyaan yang agak serius mungkin ya. Ternyata jawaban mereka juga nggak kalah serius dengan pertanyaan pendamping, “iya kak, kami tau kok kalo praktek kami udah bener sesuai urutan dan cara penanganannya juga udah bener. Kami Cuma mastiin, kalo yang kami lakukan emang diperhatikan dan selalu dikoreksi sama kakak”. Itu adalah satu hal yang membuat keseriusan pendamping dalam melatih mereka meningkat dan semakin semangat, ternyata mereka akan mencari suport yang mereka butuhkan. Jadi kalau ada yang bilang seorang siswa didik itu hanya meminta, itu tidak 100% benar, karna faktanya mereka juga punya niat untuk memunculkan sesuatu yang mereka butuhkan (untuk proses perkembangan mereka).

Terjadi banyak ketidakcocokan antara praktek yang kami dapat dari PMI, dan yang diminta oleh PMR. Walaupun penyelenggaranya sama, namun kami merasanya masih banyak yang berbeda. Dan ini berimbas kepada anak-anak yang masih belum tau sebenarnya yang mana yang benar, karena 2 pendamping ini 1 dari KSR PMI, dan 1 lagi Juara Umum lomba PMR tahun 2016. > Adi Gunawan Ahmad: Dan untuk sekarang ini, mereka disatukan untuk mendampingi 1 bidang “Pertolongan Pertama” yang memang ruwet dan njlimet banget. Akhirnya kami dapat garis tengah untuk berfokus pada pembaruan materi PP WIRA, dan meninggalkan praktek kami di KSR maupun di Lomba dulu. Jadi kami hanya fokus ke buku pedoman PP WIRA dan menggunakan pengalaman kami untuk mendukung materi WIRA ini.

Masalah materi dan praktek sudah, tapi masalah personil pendamping sekarang jadi problem. Sudah 2 minggu lebih kami mendampingi, dan mulai terasa kalau yang mendampingi hanya itu-itu saja, akhirnya semuanya jadi dipasrahkan ke 1 orang itu, Pertolongan Pertama, Tandu darurat, Persentasi, dan Kampanye. Empat bidang yang berbeda-beda materinya dipasrahkan ke 1 orang yang hanya tau tentang Pertolongan Pertama, memusingkan sekali iyakan. Tapi memang niat pendamping ini nggak berubah, yaitu pengen dekat dan akrab dengan anak-anak sampai nanti selesai lomba ataubahkan bisa jadi teman mereka. Makanya kami pasti bisa mengondisikan karna kami ingin berteman, mulai membantu koreksi materi persentasi dan kampanye, menilai hasil rakitan tandu darurat, dan menilai praktek pertolongan pertama. Rotasi ini yang kami lakukan kedepanya, dan ini lumayan efektif. Tidak efektif ketika pendamping atau anak-anak da yang sakit atau ada kegiatan lain, kalau anak-anak ada kegiatan lain atau izin sakit, yang lainya masih bisa berlatih, tapi ketika pendamping nggak ada, sistem latihan ini nggak bisa berjalan dengan benar. Akhirnya anak-anak hanya belajar materi atau juga mereka praktek penanganan masing-masing kasus. Dan tidak ada penilaian atau pun pembenahan evaluasi dan sebagainya.

Kami hanya berlatih, berlatih, dan berlatih, sampai tiba di akhir hari latihan H-2. Kami mengondisikan mereka untuk senang, tidak terbebani dengan lomba, dan mereka harus melepas jenuh, akhirnya kami undang kakak samsul untuk mendampingi kegiatan hari itu, yaitu kegiatan Betengan dan Petak umpet. Kegiatanya sederhana, ada 1 tiang adalah benteng, dan dijaga oleh 1 regu (yang tiap regu berisi 7 orang) dan 6 regu lainya akan bersembuhnyi untuk bisa me ngebom benteng. Bedanya, ketika kepala regu belum tertangkap semua, maka penjaga masih harus mencari semua kepala regu. Dan sebaliknya, kalau kepala regu sudah tertangkap, maka anggota lainya sudah ketahuan, dan… begitulah kurang lebih kegiatanya berlalu dengan hanya berjalan 3 rode dalam 7 jam. Karna emang susah sih kriteria kemenangannya. H-1 “Finalisasi latihan” adalah penampilan semua bidang dari semua tingkatan, dengan urutan SD-SMP-SMA, masing-masing sesuai bidang perlomban. Dan, kurang lebih berlalu selama 4-5 jam sekaligus dengan evaluasi dan final prepare. Sampai di malam harinya prepare untuk perlengkapan perlombaan, disiapkan sampai benar-benar tidak ada yang tertinggal.

Akhirnya hari perlombaan pun datang. Dua Pendamping berangkat lebih awal untuk regestrasi ulang serta mengambil nomor urut lomba, dan peserta serta pendamping lainya berangkat jam 06.00 WIB. Didalam kendaraan peserta harus sarapan dengan keadaan berdiri, karena waktu mereka untuk sarapan hanya bisa di kendaraan. Setelah sampai di lokasi, peserta langsung menuju ruang lomba karena mendapat nomer urut dibawah 10. Karena terlambat, sebagian dari mereka terlambat mengerjakan ujian tulis sebelum praktek. Untungnya mereka benar-benar sudah menguasai materi yang ada dalam tiap bidang. Jadi mereka tidak panik ketika mereka hanya kebagian waktu setengah dari waktu mengerjakan normal. Usai ujian tulis, mereka langsung menunggu antrian sesuai urutan untuk praktek.

Terlepas dari kegiatan perlombaan, tragedi yang terjadi ketika semua peserta turun dari kendaraan adalah pertama, barang bawaan nggak dibawa sama peserta tapi ditinggal dan akhirnya diangkat pendamping. Kedua, tas PP yang mulanya baik-baik banget, tiba-tiba kancinganya nggak bisa digunakan dan bikin panik peserta. Ketiga, ketika turun kendaraan, peserta masih cari tempat istirahat, padahal lomba urutan 1-10 udah mulai. Kacau banget kan? Iya, super kacau, tapi untungnya itu semua tidak mempengaruhi semangat, antusias, dan keseriusan mereka buat berlomba. Ya mungkin panitia penyelenggaranya yang agak sebel, tak apalah, dengan ini akan menjadi evaluasi kami semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *