TIGA TEGURAN NABI DI AKHIR ZAMAN

TIGA TEGURAN NABI DI AKHIR ZAMAN

Oleh : MOCHAMAD SHODERI

Sea shore photo created by onlyyouqj
Sea shore photo created by onlyyouqj
TEGURAN PERTAMA

Kita mengingat sejarah kira-kira pada 4 abad yang lalu di mana Islam telah mengalami puncak keemasan di bawah kepemimpinan Rasulullah SAW. Islam menjadi kebanggaan umat. Pengaruh Islam dengan cepat menyebar hampir ke seluruh dunia. Padahal pada saat itu umat Islam sangat minim. Ini semua tidak lain berkat kekuatan Aqidatul Islam yang tertanam di jiwa ummat dan ketaatan menjalankan agama atau tatanan yang sesuai dengan tuntunan alquran, berdasarkan suatu hukum yang bersumber pada Rasulullah SAW. Sungguh Islam pada satu itu sangat jaya.

Maka tidak salah jika Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa al islamu ya’lu wala yu’la alaihi. Akan tetapi pada saat itu juga Rasulullah SAW. memperingatkan pada para sahabat bahwa nanti Islam hanya tinggal nama. banyak orang mengaku bahwa dirinya adalah muslim, dia adalah orang Islam, Identitas Islam, pakaianya seperti orang Islam, tapi sayang nama hanya tinggal nama, apa yang dia lakukan tidak sesuai dengan konsep yang di contohkan oleh Rasulullah SAW (Al Quran maupun al Hadis).

Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, yang diriwayatkan dari Imam Baihaqi yang bersumber dari Sayyidina Ali Bin Abi Tholib Karamallahu wajhahu yang Artinya :

“Secara bebas, akan datang kepada manusia, kata Nabi di akhir zaman nanti di mana Islam nanti hanya tinggal nama. Banyak orang mengaku dirinya muslim tapi tadi saya katakan bahwa kelakuannya tidak mencerminkan keislamannya. Dia mengaku sebagai seorang muslim, tapi selalu melanggar syariat-syariat yang sudah ditentukan baik oleh Allah maupun Rasul-Nya.

Kita sangat prihatin dalam keadaan seperti sekarang, kerap kali bahkan berkali-kali hal ini disampaikan oleh guru kita, tidak sedikit saudara kita yang mengaku muslim tapi kelakuannya tidak mencerminkan seorang muslim, mabuk-mabukan, zina, merampok, memakan uang haram, selalu menganggu orang lain. padahal semua ini dilarang keras di dalam Islam. Islam tidak mengajarkan demikian, apalagi melakukan dengan kekerasan. 

islam-ktp
Ilustrasi-Islam-KTP by salah satu film

Tidak sedikit zaman sekarang orang di sana-sini mengaku dirinya adalah Islam, tapi maaf apa yang dia ucapkan tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan. Sering kali benturan dengan fakta, Inilah yang menyebabkan Islam semakin lama semakin luntur dan hilang dari jati dirinya. Islam bagaimanapun tetap mempunyai nilai rahmatan lil alamin, ini yang PERTAMA yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

TEGURAN KEDUA

Yang KEDUA, wala yabqo minal quran illa rasmuhu, Al Quran nanti di akhir zaman hanya tinggal tulisan.

Sekarang memang banyak orang muslim yang punya Al Quran, pandai membaca Al Quran, menghafal Al Quran, bahkan sampei di sema’an Al Quran. Membaca Al Quran, ditarget kalau bisa dalam satu bulan kita bisa mengkhatamkan Al Quran, syukur tiap hari jumat kita bisa mengkhatamkan Al Quran. Kita baru membaca alif lam mim, itu ada tiga huruf, tiga puluh kebaikan. Lalu bagaimana kalau kita membaca sekian banyak surat dalam Al Quran. Syukur kalau kita bisa mengkhatamkan Al Quran begitu banyaklah pahala yang diberikan oleh Allah kepada kita. Betapa dimanjakannya oleh Allah SWT orang yang membaca Al Quran. Sungguh sangat dimanjakan oleh Allah.

ilustrasi-alquran
Alqur'an dan Tasbih

Namun maaf, bukan hanya sekedar kita baca, kita sema’, alangkah indah dan baiknya kalau kita bisa mengamalkan Al Quran. Kita lihat zaman sekarang mungkin saudara-saudara kita yang pernah membaca Al Quran di antara ayat yang dibaca adalah innamal khomru wal maysir. Tahu mereka bahwa khomr itu dilarang di dalam Islam, tapi lihat dalam kenyataan masih banyak saudara kita yang mabuk-mabukan, yang teler baik itu secara sembunyi maupun terang-terangan.

Andaikata kita semua lari kembali kepada konsep Rasulullah SAW, dengan apa yang di perintahkan, lalu kita amalkan maka insyaallah hidup kita akan tenang, bahagia, selamat baik di dunia maupun di ahkirat.

TEGURAN KETIGA

Yang KETIGA, wamasajiduhum amiratun wahiya khorobun minal hudyi. Masjid di akhir zaman kata Nabi bagus-bagus, Masjid dimana-mana besar, indah, sayangnya kata Nabi, “Wahiya khorobun minal hudyi,” sayang seribu sayang masjid itu sepi dari hidayah.

Memang banyak orang yang berjamaah terutama di kota-kota besar wabil khusus pada hari raya baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Banyak berjamaah sampai-sampai masjid tidak cukup menampung jamaah tetapi sayang setelah pelaksanaan shalat kelakuaannya masih kembali kepada perbuatan-perbuatan yang sebelumnya dia lakukan. Menandakan bahwa “wahiya khorobun minal hudyi” jauh dari hidayah.

Masjid itu memberikan hidayah kepada jamaah, selesai dari jamaah selayaknya kita bisa mengubah perilaku, budi pekerti, akhlaq, tapi apa yang terjadi kenyataanya kosong, molimo tetap jalan, kekersan tetab jalan, Inilah yang mungkin digambarkan Rasulullah wahiya khorobun minal hudyi. Sepi dari hidayah.

Ilustrasi Masjid yang sepi -by Google search

Dengan demikian bolehlah masjid kita diperindah, diperbagus, diperbesar, tapi kita mohon kepada Allah mudah-mudahan masjid juga bisa memberikan hidayah kepada para jamaah, kepada orang lain bukan hanya yang berjamaah sehingga mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Yang terakhir apa yang disampaikan oleh Nabi seperti menjadi sebuah kenyataan, wa ‘ulamauhum syarrun man tahta adimi as sama’i min ‘indihim takhruju al fitnah wa fii him ta’udu.

Ulama akhir zaman kata Nabi lebih jelek daripada umatnya, Kenapa? Karena dari merekalah timbullah fitnah dan akan kembali fitnah itu pada mereka. Kita lihat zaman sekarang, para kyai walaupun tidak semuanya, hanya beda baju, hanya beda golongan, partai kadang kala satu sama yang lain saling mencemooh, mencaci maki, saling menghina. Kadang kala hanya mempertahankan kelompoknya dan saling menyalahkan. 

Tidak bersumber dari Al Quran dan hadis yang seharusnya adalah ulama warasatul anbiya’, seharusnya para ulama menyelamatkan umat justru kadang kala para ulama membingungkan umat. 

Lalu, kalau masyarakat bingung, siapa yang harus kita jadikan imam? Mungkin satu-satunya cara yang tepat buat kita tidak lain hanyalah memohon kepada Allah mudah-mudahan kita semua bisa kembali kepada konsep Rasulullah SAW sekaligus kita diberikan hidayah oleh Allah SWT. Amin ya rabbal alamin

Tagged with:

2 thoughts on “TIGA TEGURAN NABI DI AKHIR ZAMAN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *